Friday, May 5, 2017

Pencarian Kesalahan Hasil Instalasi Sistem Operasi

18.1.  Prosedur  Pencarian  Kesalahan  Hasil  Instalasi  Sistem  Operasi  Linux Komputer  yang  telah  dirakit  dengan  benar,  kemudian  diinstall  sistem  Operasi Linux,  dan  telah  menjalani  Power  on  Self-Test  (POST)  dinyatakan  memiliki hardware  dan  instaslasi  yang  baik.  Tetapi  untuk  mengetahui  kemampuan  dan kinerjanya  perlu  dilakukan  tes.  Jika  terjadi  permasalahan,  maka  akan  didapatkan pesan/peringatan  kesalahan  yang  berhubungan  dengan  kinerja  Komputer, misalnya  pada  sistem  operasi,  saat  proses  menjalankan  suatu  program  aplikasi, posedur  mematikan  komputer,  dan  lain sebagainya. Permasalahan  yang  terjadi  pada    saat    komputer  telah  lolos  dari  POST  akan lebih  komplek  karena  melibatkan  fungsi  perangkat  keras  dan  lunak  yang  lebih luas  terutama  perangkat  lunak.  Sehingga  kemungkinan  kesalahan  akan  semakin banyak.  Karena secara umum  komponen perangkat  keras  pada  sistem  Komputer   tidak  ada  perubahan,  tetapi  perangkat  lunak  yang  terpasang  bermacam-macam dan  dimungkinkan  akan  sering  berganti.  Perangkat  lunak  yang  terpasang  di Komputer    dibagi  menjadi  2  yaitu  sistem  operasi  dan  program  aplikasi.  Sistem operasi  merupakan  suatu  perangkat  lunak  yang  berfungsi  untuk  mengelola semua  sumberdaya  sistem  komputer  di  antaranya  perangkat  keras,  program aplikasi,  dan  user  untuk  menjadi  suatu  sistem  yang  dapat  bekerja  dengan  baik. Program  aplikasi  adalah  perangkat  lunak  yang  digunakan  oleh  user  untuk melaksanakan  pekerjaan  atau  aplikasi  tertentu  seperti  mengetik,  menggambar, menghitung,  mendengarkan  musik  dan lain-lain.  Program  aplikasi  yang  dimaksud disini  adalah  semua  perangkat  lunak  selain  sistem  operasi,  diantaranya  program aplikasi  seperti  perkantoran,  bahasa  pemrograman dan lain sebagainya. Program  aplikasi  tidak  dapat  bekerja tanpa  adanya sistem  operasi,  karena sistem operasi  akan  menghubungkan  fungsi-fungsi  hardware  dengan  program  aplikasi, seperti  fungsi  keyboard,  mouse,  VGA  adapter,  monitor,  port  untuk  pencetakan  di printer  dan  lain-lain.  Hubungan  antara  Perangkat  Keras,  Sistem  Operasi,    Shell, Process  dan  Program  Aplikasi, Kinerja  Komputer  dipengaruhi  oleh  spesifikasi  dan  instalasi  perangkat  keras, sistem  operasi  yang  digunakan,  program  aplikasi  yang  dipasang,  manajemen memori  dan  lain sebagainya.   Gejala-gejala  yang  ditimbulkan  akan  membantu  user  untuk  mengenal  dan mengidentifikasi  masalah yang  muncul.
18.1.1.  Prosedur  Test   Test  yang  dilakukan  bertahap  yaitu  aktifasi  sistem  operasi  dan  program  aplikasi. Adapun urutan  prosedur  test  yang dilakukan    adalah  sebagai  berikut  :  
1.Aktifasi  Sistem  Operasi,  antara  lain  menghidupkan  komputer,  komputer melakukan  booting  sampai  muncul  jendela  desktop  Debian  7.  Proses berikutnya adalah  mencoba pada  menu Places  ->  Home,  seperti  pada  gambar berikut  ini.
2. Berbagai  program  Aplikasi  pada  Debian  7  dapat  dilakukan  untuk  menguji apakah  program  tersebut  dapat  berjalan  dengan  baik  atau  tidak.  Beberapa Program  aplikasi  beserta  variasinya  yang  terdapat  pada  Debian  7  antara  lain Accessories,  Games,  Graphics,  Internet,  Office,  Sound  and  Video,  System Tools  dan  Universal  Access.    Pengecekan  yang  lain  berkaitan  dengan kecepatan  mengakses program  aplikasi  dan  data. Kedua  test  di  atas  akan  memberikan  response  sebagai  pesan/peringatan kesalahan,  hal  ini  akan    membantu  user  untuk  mengenal  dan mengidentifikasi  masalah yang  ada.
18.1.2.  Pesan  atau  Peringatan Kesalahan   Pesan  atau  peringatan  kesalahan  dapat  diketahui  melalui  tampilan  secara  visual dilayar  monitor  dan  performance  kinerja  Komputer  yang  dapat  dirasakan  oleh user  pada  saat  menggunakan  Komputer.

Share:

Thursday, May 4, 2017

Jenis-Jenis Kerusakan Pada Saat Instalasi

17.1.   Kerusakan  Pada  Saat  Instalasi Kerusakan  pada  saat  instalasi  biasanya  disebabkan  oleh  tidak  lengkapnya  file yang  ada  pada  CD/DVD  atau  media  penimpanan  lainnya.  Hal  ini  akan mengakibatkan  corrupt  pada  sistem  operasi  ketika  proses  instalasi  telah  selesai. Selain  file,  kerusakan  dapat  terjadi  juga  pada  perangkat  kerasnya.  Misalnya ketika  filenya  berupa  CD/DVD,  kemudian  DDROM  Drive  nya  megalami kerusakan,  kemungkinan  optiknya  tidak  bekerja  100  %,  maka  juga  dapat menyebabkan  ketidaklengkapan  file.
17.2.   Mengantisipasi  Kerusakan  Pada Saat  Instalasi Beberapa  hal  yang  perlu  diperhatikan  untuk  mengantisipasi  kerusakan  pada  saat instalasi  sistem  operasi  adalah  sebagai  berikut  : Pastikan  bahwa  file  /  DVD  yang  digunakan  memiliki  file  yang  lengkap  tanpa adanya  error.
17.3.    Melakukan  Perawatan Pada Sistem  Operasi Pada  alamat    tersebut  banyak  fasilitas  yang  tersedia,  misalnya  informasi  tentang Free  Software,  Partners,  Donasi,  Instalasi  melalui  jaringan  Internet  (Network Install),  CD  ISO  Image,  Release  Info,  Installation  Manual,  Deboan  Books,  Bug Reports,  Download Debian  versi terbaru  dan lain  sebagainya. Melakukan  perawatan  pada  sistem  operasi  merupakan  hal  yang  penting,  karena beberapa alasan  tersebut  dibawah  ini  :
1.  Sistem  operasi  memegang  peranan  penting  terhadap  performa  atau  kinerja perangkat  komputer.   2.Komputer  digunakan  untuk  mengerjakan  berbagai  tugas  dan  beberapa membutuhkan  waktu  secepat  mungkin.   3.Mencegah  kerusakan  Sistem  Operasi,  Program  aplikasi,  data,  bahkan hardware  yang  nantinya dapat  menimbulkan  kerugian  yan  lebih besar.
Beberapa penyebab  kerusakan  atau  kinerja  tidak  optimal  pada  Sistem  Operasi antara  lain sebagai  berikut  :   Kerusakan  hardware,  misalnya  :
1.hardisk,  RAM,  Processor  dan  lain sebagainya.
2.Registry  yang  terlalu banyak  terkontaminasi  informasi  dari  berbagai  sumber.
3.  Banyak  software  yang tidak  disupport  hardware  yang  memadai. 
4. pemutusan  proses  yang  belum  selesai.  
5 .Sistem  Operasi  terkontaminasi  berbagai  jenis  virus.
   Salah  satu  langkah  yang  perlu  dilakukan  adalah  membackup  sistem  Operasi. Tujuan  dari  backup  sistem  operasi  ini  adalah  untuk  menyimpan  sistem  operasi yang  sudah  ada  sebagai  antisipasi  apabila  sewaktu-waktu  terjadi  permasalahan pada  sistem  operasi,  sehingga  tidak  perlu  melalukan  instalasi  sistem  operasi mulai  dari  0  lagi.
Beberapa  keuntungan  menggunakan  sistem  operasi    Linux  
1.Tidak  ada  Registry  di  Linux Pada  sistem  operasi  Windows,  maka  semua  Informasi  disimpan  pada Registry  dan  sangat  rentan  terhadap  virus,  sehingga  dapat    menyebabkan kerusakan  sistem,  misalnya sistem  manjadi  lambat,  hang  dan lain sebagainya. Pada  sistem  operasi  Linux,  maka  penyimpanan  konfigurasi  sistem  disimpan secara  terpisah  /  sendiri-sendiri  dan biasanya  berupa  file teks  dengan  ekstensi .conf.   2.Software  disimpan dalam  repository Pada  sistem  operasi    Linux,  maka  digunakan  konsep    ―software  repository―, artinya  bahwa  semua  software  dikumpulkan  secara  terpusat  untuk  dipelihara oleh  pengem-bang  program.  Dengan  demikian  tidak  perlu  mendownload software-software  dari  sumber  yang  kurang  jelas  yang  kemungkinan  disusupi oleh  program  berbahaya,  misalnya virus.   3.Administrator  hanya Root Pada  sistem  operasi    Linux  hanya  root  yang  menjadi  administrator  sehingga kekuasaan  untuk  mengubah  konfigurasi  sistem  dapat  dilakukan  hanya  pada saat  genting  saja.  Pada  sistem  operasi  Windows  lebih  rentan  terhadap  virus atau  malware.

Share:

Manajemen Aplikasi

16.1.    Paket  Software  Pada Debian Debian  memiliki  berbagai  paket  software  yang  tersedia  di  dalam  repository  baik berupa  link  internet  maupun  dalam  bentuk  CD/DVD.  Dengan  repositori  kita  dapat men-dapatkan  aplikasi  yang  kita  inginkan  karena  sudah  tersedia  banyak  sekali aplikasi-aplikasi  atau  library  pendukung  yang  siap  kita  gunakan.  Untuk  instalasi paket  aplikasi  pada  debian-based  (Ubuntu,  Linux  Mint,  Xubuntu,dll)  ada beberapa cara,  antara lain menggunakan  apt,    dpkg,  dan  aptitude.   Berikut  ini  digunakan  perintah  Advanced  Packaging  Tool  (APT).  Perintah  apt-get adalah  sebuah  baris  perintah  yang  digunakan  untuk  melakukan  fungsi-fungsi tersebut  sebagai  instalasi  paket  perangkat  lunak  yang  baru,  meng-upgrade  paket perangkat  lunak  yang  ada,  meng-update  daftar  paket  indeks,  dan  bahkan meningkatkan  seluruh  debian-based. APT  menggunakan  sebuah  file  yang  berisi  daftar  'sumber'  dari  paket  yang  dapat diperoleh.  File  ini  disimpan  dalam  direktoi    /  etc  /  apt  /  sources.list.  Dengan demikian  ketika  kita  mengetikkan  perintah  #  nano  /etc/apt/sources.list,  maka akan  keluar  informasi  seperti  berikut  ini.
16.2.    Instalasi  Paket  Software  Pada Debian Ada  kalanya kita  menginginkan  paket  tambahan  pada  sistem  operasi  debian. Dalam  hal  ini  misalnya  kita  menginginkan  samba    server  untuk  keperluan sharing.  Samba  adalah  program  yang  dapat  menjembatani kompleksitas berbagai platform  system  operasi Linux(UNIX) dengan  mesin  Windows yang  dijalankan  dalam  suatu  jaringan  komputer.  Samba  menggunakan smb  sebagai  protokol  komunikasi data  yang  juga  digunakan  oleh Microsoft  dan  OS/2  untuk menampilkan  fungsi jaringan  client-server  yang menyediakan  sharing  file  dan  printer.  Beberapa  karakteristik samba, antara  lain  :   Gratis atau  free   Tersedia  untuk  berbagai macam  platform   Mudah dikonfigurasi  oleh  administrator   Sudah  terhubung  langsung  dengan  jaringan  dan  jarang  ditemui masalah  dalam  penggunaannya  pada    jaringan  komputer   Mudah dikonfigurasi sesuai  dengan  kebutuhan  Administrator   Dapat  diandalkan  karena  jarang  terjadi kesalahan,  kecuali  sever computer  anda  bermasalah  dengan  perangkat  kerasnya.   Mempunyai performa  yang  maksimal. Untuk  menginstall    software  yang  telah  terinstall  pada  Debian  GNU/Linux,  maka perintah  yang digunakan  adalah  sebagai  berikut. root@yamta:/home/yamta#    apt-get  install  nama_paket Misalnya,  ingin  menginstall  software  samba,  maka  perintah  yang  digunakan adalah  sebagai  berikut: root@yamta:/home/yamta#    apt-get  install  samba Dengan  mengetikkan  perintah  tersebut  di  atas.
16.3.  Mengkonfigurasi  Paket  Software  (Samba) Setelah  paket  samba  kita  instalasi  dengan  perintah  apt-get  install  samba  seperti di  atas,  maka  langkah  selanjutnya  adalah  melakukan  konfigurasi.  Langkah pertama  untuk  melakukan  konfigurasi  adalah  dengan  cara  membuat  direktori yang  akan  kita  share.  Pada  gambar  di  bawah  ditunjukkan  bagaiman  cara membuat  direktori  share  dengan  cara  # mkdir  share.  Langkah  selanjutnya adalah melakukan  chane  mode  dengan  perintah  #  chmod  777  share/  -R.
16.4.    Menghapus  Paket  Software  Pada  Debian Untuk  menghapus  software  yang  telah  terinstall  pada  Debian  GNU/Linux,  maka perintah  yang digunakan  adalah  sebagai  berikut. root@yamta:/home/yamta#    apt-get  remove nama_paket Misalnya,  ingin  menghapus  software  samba,  maka  perintah  yang  digunakan adalah  sebagai  berikut:

Share:

Manajemen User dan Group

15.    Manajemen  User  dan  Group  Pada  Sistem  Operasi  Linux Pada  sistem  operasi  linux,  maka  terdapat  dua  tipe  dasar  aplikasi  yang  dapat digunakan  untuk  mengatur  user  account  dan  group  pada  sistem  operasi  linux debian,  yaitu:  Aplikasi  Graphical  User  Manager dan Perintah  pada  Terminal  Linux.
15.1.  Manajemen  User  Mode  GUI Pada  sistem  operasi  Linux  Debian  Mode  GUI,  kita  dapat  melakukan  manajemen User  melalui  grafik,  artinya  bukan  berupa  mode  text.  Pada  mode  grafik,  untuk melakukan  manajemen  user  dan  group,  maka  langkahnya  adalah  pilih  menu Application  ->  System  Tools  ->  Preferences  ->  System  Settings  ->  User  Acount, seperti  gambar  berikut  ini.  
15.2.  Manajemen  User  dan Group  Mode  Text Gambar  15.4.  Hasil  menambahkan  account  baru Dengan  mode  text,  kita  juga  dapat  menambahkan  beberapa  user  account  pada sistem  operasi  linux.    Untuk  melihat  user  account  pada  sistem  operasi  Linux dengan  mode  text,  maka  dapat  dilakukan  dengan  perintah  #nano  /etc/passwd, sehingga akan  muncul  tampilan  berikut  ini.

Share:

Proses dan Manajemen Proses

14.1.  Konsep Proses  Pada Sistem  Operasi  Linux Proses  adalah  program  yang  sedang  dieksekusi.  Setiap  kali  menggunakan utilitas  sistem  atau  program  aplikasi  dari  shell,  satu  atau  lebih  proses  ‖child‖  akan dibuat  oleh  shell  sesuai  perintah  yang  diberikan.  Setiap  kali  instruksi  diberikan pada  Linux  shell,  maka  kernel  akan  menciptakan  sebuah  proses-id.  Proses  ini (terdaftar  pada  /etc/inittab),  seperti  pada  gambar  berikut  ini. disebut  juga  dengan  terminology  Unix  sebagai  sebuah  Job.  Proses  Id  (PID) dimulai  dari  0,  yaitu  proses  INIT,  kemudian  diikuti  oleh  proses  berikutnya .
Beberapa tipe  proses  pada  sistem  operasi  Linux  dijelaskan  sebagai  berikut  :   Foreground Foreground  adalah  suatu proses  yang  diciptakan  oleh  pemakai  langsung  pada terminal  (interaktif,  dialog)   Batch Batch  merupakan  suatu  proses  yang  dikumpulkan  dan  dijalankan  secara sekuensial  (satu  persatu).  Proses  Batch  tidak  diasosiasikan  (berinteraksi) dengan  terminal.   Daemon Daemon  merupakan  suatu  proses  yang  menunggu  permintaan    (request)  dari proses  lainnya  dan  menjalankan  tugas  sesuai  dengan  permintaan  tersebut. Apabila    tidak  ada  request,  maka  program  ini  akan  berada  dalam  kondisi  ―idle‖ dan  tidak  menggunakan  waktu  hitung  CPU.  Umumnya  nama  proses  daemon di  UNIX  berakhiran  d,  misalnya inetd,  named,  popd  dan lain-lain.
14.2.  Mengontrol  Proses Pada Shell Shell  menyediakan  fasilitas  job  control  yang  memungkinkan  mengontrol beberapa  job  atau  proses  yang  sedang  berjalan  pada  waktu  yang  sama. Misalnya  apabila  melakukan  pengeditan  file  teks  dan  ingin  melakukan  interrupt pengeditan  untuk  mengerjakan  hal  lainnya  dan  kaetika  sudah  selesai,  maka dapat  kembali  (switch)  ke  editor  dan melakukan  pengeditan  file  teks  kembali.  Job bekerja  pada  foreground  atau  background.  Pada  foreground  hanya diperuntukkan  untuk  satu  job  pada  satu  waktu.  Job  pada  foreground  akan mengontrol  shell  -  menerima  input  dari  keyboard  dan  mengirim  output  ke  layar. Job  pada  background  tidak  menerima  input  dari  terminal,  biasanya  berjalan tanpa  memerlukan  interaksi.
Job  pada  foreground  kemungkinan  dihentikan  sementara  (suspend),  dengan menekan  [Ctrl-Z].  Job  yang  dihentikan  sementara  dapat  dijalankan  kembali  pada foreground  atau  background  sesuai  keperluan  dengan  menekan  ‖fg‖  atau  ‖bg‖. Menghentikan  job  sementara  sangat  berbeda  dengan  melakuakan  interrupt  job (biasanya  menggunakan  [Ctrl-C]),  dimana  job  yang  diinterrup  akan  dimatikan secara  permanen  dan  tidak dapat  dijalankan  lagi.

Share:

Operasi File dan Struktur Direktori

13.1.  Organisasi  Sistem  File  Pada Sistem  Operasi  Linux Sistem  file  pada  Linux  menyerupai  pepohonan  (tree),  yaitu  dimulai  dari  root, kemudian  direktori  dan  sub  direktori.  Sistem  file  pada  Linux  diatur  secara hirarkhikal,  yaitu  dimulai  dari  root  dengan  symbol  ―/‖.  Kita  dapat  menciptakan  File dan  Direktori  mulai  dari  root  ke  bawah.  Direktori  adalah  file  khusus,  yang  berisi nama  file  dan  INODE  (pointer  yang  menunjuk  ke  data  /  isi  file  tersebut).  Secara logika,  Direktori  dapat  berisi  File dan Direktori  lagi  disebut  juga  Subdirektori.
13.2. Direktori Standar Pada Sistem Operasi Linux  Setelah proses instalasi sistem operasi selesai dan tanpa adanya corrupt, maka Sistem operasi Linux akan menciptakan sistem file yang baku, yang terdiri dari / bin. / dev, /bin, /sbin dan lain sebagainya seperti terlihat pada tabel 13.1 berikut ini.
13.2.1.  Direktori  /etc Berisi  file  yang  berhubungan  dengan  administrasi  system,  maintenance  script, konfigurasi,  security  dll.  Hanya  superuser  yang  boleh  memodifikasi  file  yang berada di direktori  ini.  Subdirektori  yang  sering diakses  pada direktori  /etc  antara lain :   httpd,  apache  web  server.   ppp,  point  to  point  protocol  untuk  koneksi  ke  Internet.   rc.d  atau  init.d,  inisialisasi  (startup)  dan  terminasi  (shutdown)  proses  di  Linux dengan  konsep  runlevel.   cron.d,  rincian  proses  yang  dieksekusi  dengan  menggunakan  jadwal(time dependent  process)   FILES,  file  security  dan  konfigurasi  meliputi  :  passwd,  hosts,  shadow, ftpaccess,  inetd.conf,  lilo.conf,  motd,  printcap,  profile,  resolv.conf,  sendmail.cf, syslog.conf,  dhcp.conf,  smb.conf,  fstab.
13.2.2.  Direktori  /dev /dev. Peralatan CDROM Mouse Parallel  Port Serial  Port /dev/fd0 Konsep  Unix  dan  Linux  adalah  memperlakukan  peralatan  hardware  sama  seperti penanganan  file.
13.2.3.  Direktori  /proc Direktori  /proc  adalah  direktori  yang  dibuat  di  atas  Random  Access  Memory (RAM)  dengan  system  file  yang  diatur  oleh  kernel.  /proc  berisi  nomor  proses  dari system  dan  nama  driver  yang  aktif  di  system.  Semua  direktori  berukuran  0 (kosong)  kecuali  file  kcore  dan  self.  Setiap  nomor  yang  ada  pada  direktori tersebut    merepresentasikan  Process  ID  (PID). 13.3.  Tipe  File Pada  Sistem  Operasi  Linux.
13.3.  Tipe  File Pada  Sistem  Operasi  Linux Pada sistem  operasi  linux,  terdapat  beberapa  tipe  file,  antara  lain :   Ordinary  file   Direktori   Block  Device (Peralatan  I/O) Merupakan  representasi  dari  peralatan  hardware  yang  menggunakan transmisi  data  per  block  (misalnya 1  KB  block),  seperti  disk,  floppy,  tape.   Character  Device (Peralatan  I/O)   Named  Pipe  (FIFO) antar  proses   Link  File.
13.4.  Properti  File Pada  Sistem  Operasi  Linux Pada sistem  operasi  linux,  file mempunyai  beberapa atribut,  antara lain berupa  :  
1. Tipe  file Tipe  file  akan  menentukan  tipe  dari  suatu  file,  seperti  pada  tabel  berikut  ini.
2.  Ijin akses Ijin akses akan  menentukan  hak  user  terhadap  file yang  bersangkutan. 
3.  Jumlah Link Jumlah link akan  menentukan  jumlah  link  yang terdapat  dalam  file ini.   Pemilik Menunjukkan  siapa  pemilik  file ini. 
4.  Jumlah  Karakter  /  Ukuran File Menentukan  ukuran  file  dalam  ukuran  byte   Waktu  Pembuatan  terakhir Menunjukkan  bahwa  kapan  file tersebut  dibuat  atau  dimodifikasi.
5.Nama  File     Menunjukkan  nama  file tersebut .

Share:

Perintah Dasar Linux

Perintah  Dasar  Linux Setiap  pemakai  Linux  harus  mempunyai  nama  login  (user  account)  yang sebelumnya  harus  didaftarkan  pada  administrator  system.  Nama  login  pada umumnya  dibatasi  maksimum  8  karakter  dan  memakai  huruf  kecil.  Prompt  dari shell  bash  pada  linux  menggunakan  tanda  ―$‖,  dan  apabila  sudah  berubah menjadi  super  user,  maka akan  berubah  menjadi  tanda  ―#‖.
12.1.  Masuk  ke  Halaman Terminal  Linux Suatu  sesi  linux  terdiri  dari  3  langkah,  yaitu  :  Login,  Bekerja  dengan  Shell  / menjalankan  Aplikasi  dan  Logout.
12.2.  Melihat  user  ID  dan  group  ID Untuk  melihat  user  ID  dan  group  ID  dari  komputer  yang  digunakan,  maka perintahnya adalah  $ id,  seperti  berikut  ini.
12.3.  Melihat  Tanggal  Hari  Ini  Melihat  identitas  diri Untuk  menampilkan  hari,  bulan,  tanggal  ,  waktu  dan  tahun  (sistem  tanggal  dan waktu),  maka perintahnya adalah  $ date,  seperti  berikut  ini. 
12.4. Melihat  Kalender  Bulan  Ini Untuk  menampilkan  kalender  pada  bulan  yang  sedang  berjalan  (saat  ini),  maka digunakan  perintah  $ cal.
12.5.  Melihat  Kalender    Tahun Ini Untuk  menampilkan  kalender  dalam  satu  tahun  penuh,  maka  perintahnya  adalah $ cal  –y.
12.6.  Melihat  Kalender  Bulan  9 Tahun  1974 Untuk  menampilkan  kalender  pada  bulan  September  tahun  1974,  maka perintahnya adalah  $ cal  9 1974.
12.7. Melihat  Sistem  Host    Name Untuk  menampilkan  sistem  host  name,  maka  perintahnya  adalah    $  hostname,
12.8.  Menampilkan  Sistem  Informasi Untuk  menampilkan  sistem  informasi  pada  sistem  operasi,  maka  perintahnya.
12.9.  Menampilkan  Semua  Sistem  Informasi Untuk  menampilkan  semua  sistem  informasi  pada  sistem  operasi  linux,  maka perintahnya adalah  $ uname  –a.
12.10.  Melihat  User    Yang Sedang  Aktif Untuk  menampilkan  user  yang  sedang  aktif  dan  melihat  apa  yang  sedang mereka  kerjakan  (aktifitas),  maka  perintahnya  adalah  $  w.
12.11.  Melihat  User  Yang  Sedang  Logged  In
12.12.  Menampilkan  User  ID  Effective
12.13.  Membersihkan  Layar
12.14.  Melihat  Isi  Direktori
12.15.  Melihat  Seluruh  Isi  Direktori  Secara  Lengkap
12.16.  Membuat  Direktori  Baru
12.17.  Melihat  Isi  DIrektori
12.18.  Menghapus  Direktori
12.19.  Melihat  Isi  Direktori  Yang  Telah  Dihapus
Setiap  pemakai  Linux  harus  mempunyai  nama  login  (user  account)  yang sebelumnya  harus  didaftarkan  pada  administrator  system.  Nama  login  pada umumnya  dibatasi  maksimum  8  karakter  dan  memakai  huruf  kecil.  Prompt  dari shell  bash  pada  linux  menggunakan  tanda  ―$‖,  dan  apabila  sudah  berubah menjadi  super  user,  maka  akan  berubah  menjadi  tanda  ―#‖.  Dengan mempraktikkan  beberapa  perintah  dasar  pada  sistem  operasi  linux,  maka saudara  akan  lebih  familier  untuk  melanjutkan  pada  mata  pelajaran  selanjutnya (Administrasi  Server.

Share:

BTemplates.com

Powered by Blogger.